Sejarah Palestina: Dari Peradaban Kuno hingga Masa Penjajahan

Foto: Reuters/Mussa Qawasma

KelasIlmu.com - Saat ini Palestina menjadi salah satu hal yang menjadi sorotan dunia. Hal ini dikarenakan sedang terjadinya genosida yang dilakukan oleh Israel pada penduduk Palestina. Hingga saat ini tidak kurang dari 28.000 penduduk Palestina menjadi korban serangan Israel (2024/02/17).

Untuk lebih memahami apa yang terjadi di Palestina, perlu dijelaskan secara mendasar sejarah bangsa Palestina melalui bahasan di bawah ini:

Awal Mula Peradaban di Palestina

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa wilayah Palestina telah dihuni sejak zaman prasejarah. Peradaban Neolitik Jericho, yang berkembang sekitar 10.000 SM, merupakan salah satu peradaban prasejarah paling terkenal di Palestina. Orang-orang Jericho dikenal sebagai petani dan pemburu yang handal.

Pada abad ke-30 SM, bangsa Kanaan datang ke Palestina dan membawa budaya dan agama mereka. Orang Kanaan dikenal sebagai pedagang dan pelaut yang handal. Mereka juga merupakan pencipta alfabet yang kemudian diadopsi oleh banyak bahasa di dunia.

Pada abad ke-13 SM, bangsa Israel datang ke Palestina dan mendirikan kerajaan mereka di sana. Di bawah kepemimpinan Raja Daud dan Salomo, kerajaan Israel mencapai puncak kejayaannya. Yerusalem, yang terletak di jantung Palestina, menjadi ibu kota kerajaan Israel.

Era Penjajahan dan Konflik

Pada abad ke-8 SM, kerajaan Israel dan Yehuda ditaklukkan oleh bangsa Asyur dan Babilonia. Orang-orang Israel diusir dari tanah mereka dan mengalami masa pembuangan.

Setelah beberapa abad, bangsa Persia menguasai Palestina. Di bawah pemerintahan Persia, orang-orang Israel diizinkan kembali ke tanah mereka dan membangun kembali Bait Suci di Yerusalem.

Pada tahun 332 SM, Alexander Agung menaklukkan Palestina. Setelah kematian Alexander, wilayah ini dikuasai oleh berbagai dinasti, termasuk Ptolemid dan Seleucid.

Pada tahun 63 SM, Palestina menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Di bawah pemerintahan Romawi, orang-orang Yahudi mengalami penindasan dan diskriminasi. Hal ini memicu pemberontakan Yahudi yang berujung pada penghancuran Bait Suci kedua pada tahun 70 M.

Kebangkitan Nasionalisme Palestina

Pada akhir abad ke-19, muncul gerakan nasionalisme Palestina yang bertujuan untuk mendirikan negara merdeka di Palestina. Gerakan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya imigrasi Yahudi ke Palestina dan deklarasi Balfour tahun 1917 yang mendukung pendirian "rumah nasional Yahudi" di Palestina.

Gerakan nasionalisme Palestina dipimpin oleh berbagai tokoh, termasuk Amin al-Husseini, Mufti Yerusalem, dan Ahmad al-Shukeiri, pendiri PLO.

Konflik Israel-Palestina

Pada tahun 1948, Israel mendeklarasikan kemerdekaannya. Deklarasi ini diikuti oleh perang Arab-Israel pertama, yang mengakibatkan pengusiran ratusan ribu orang Palestina dari tanah mereka.

Perang ini menandai awal dari konflik Israel-Palestina yang masih berlangsung hingga saat ini. Konflik ini telah merenggut banyak korban jiwa dan menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi rakyat Palestina.

Beberapa contoh peristiwa penting dalam konflik Israel-Palestina:

  • 1967: Perang Enam Hari. Israel menduduki Tepi Barat, Jalur Gaza, Yerusalem Timur, Dataran Tinggi Golan, dan Semenanjung Sinai.
  • 1987: Intifada Pertama. Pemberontakan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel.
  • 1993: Perjanjian Oslo. Israel dan PLO menandatangani perjanjian yang bertujuan untuk mencapai solusi dua negara.
  • 2000: Intifada Kedua. Pemberontakan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel.
  • 2005: Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza.
  • 2006: Hamas memenangkan pemilihan umum di Jalur Gaza.
  • 2008: Perang Gaza. Israel melancarkan serangan militer ke Jalur Gaza.
  • 2014: Perang Gaza. Israel melancarkan serangan militer ke Jalur Gaza.

 

Upaya Perdamaian

Upaya untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina telah dilakukan sejak lama, namun belum membuahkan hasil yang signifikan.

Pada tahun 1993, Israel dan PLO menandatangani Perjanjian Oslo, yang bertujuan untuk mencapai solusi dua negara. Namun, perjanjian ini belum fully implemented.

Pada tahun 2002, Inisiatif Perdamaian Arab diajukan oleh Liga Arab. Inisiatif ini menawarkan normalisasi hubungan dengan Israel dengan imbalan penarikan Israel dari wilayah pendudukan dan pendirian negara Palestina merdeka.

Hingga saat ini, konflik Israel-Palestina masih belum terselesaikan. Kedua pihak masih berselisih mengenai berbagai isu, termasuk status Yerusalem, hak pengungsi Palestina, dan perbatasan negara Palestina.


Tantangan yang Dihadapi Palestina

  • Pendudukan Israel: Israel telah menduduki wilayah Palestina selama lebih dari 50 tahun. Pendudukan ini telah menyebabkan berbagai masalah bagi rakyat Palestina, termasuk:
    • Pelanggaran hak asasi manusia: Israel telah dituduh melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina, termasuk penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pembunuhan.
    • Pembatasan pergerakan: Israel telah memberlakukan berbagai pembatasan pergerakan bagi rakyat Palestina, termasuk pembangunan tembok pemisah dan penutupan pos pemeriksaan.
    • Perampasan tanah: Israel telah merampas tanah Palestina untuk membangun permukiman ilegal.
  • Perpecahan politik: Palestina terbagi antara dua faksi politik utama, Fatah dan Hamas. Perpecahan ini telah melemahkan perjuangan Palestina dan membuat mereka sulit untuk mencapai tujuan mereka.
  • Kelemahan ekonomi: Ekonomi Palestina sangat lemah dan bergantung pada bantuan internasional. Hal ini membuat rakyat Palestina rentan terhadap kemiskinan dan pengangguran.

Masa Depan Palestina

Masa depan Palestina masih uncertain. Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi:

  • Solusi dua negara: Solusi ini didasarkan pada pendirian dua negara merdeka, Israel dan Palestina, yang hidup berdampingan secara damai.
  • Solusi satu negara: Solusi ini didasarkan pada pendirian satu negara binasional di mana orang Israel dan Palestina hidup bersama sebagai warga negara yang setara.
  • Konflik yang berkelanjutan: Konflik Israel-Palestina bisa terus berlanjut tanpa solusi yang jelas.

Masa depan Palestina akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk:

  • Keinginan kedua belah pihak untuk mencapai perdamaian: Perdamaian hanya dapat dicapai jika kedua belah pihak bersedia berkompromi dan membuat konsesi.
  • Tekanan internasional: Tekanan dari komunitas internasional dapat membantu mendorong kedua belah pihak untuk mencapai perdamaian.
  • Perubahan internal di Israel dan Palestina: Perubahan internal di Israel dan Palestina dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih kondusif untuk perdamaian.

Kesimpulan

Sejarah Palestina adalah sejarah yang panjang dan kompleks. Wilayah ini telah mengalami berbagai periode pendudukan dan konflik. Saat ini, rakyat Palestina menghadapi berbagai tantangan, termasuk penjajahan Israel.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak